Dukung Solo Wellness City, 16 Pelaku Usaha Jamu Gendong dapat Pendampingan

Dukung Solo Wellness City, 16 Pelaku Usaha Jamu Gendong dapat Pendampingan
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani memberikan arahan pada embukaan Program Idaman dan Dialog dengan pelaku usaha jami di Balai Kota Solo, Senin (26/10/2026). (Daerah/Wahyu Prakoso)

Rantaunews.com, SOLO – Sebanyak 16 pelaku usaha jamu gendong di Kecamatan Laweyan, Kota Solo, mendapat edukasi dan pendampingan melalui Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman).

Program ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kualitas jamu sekaligus memperkuat usaha lokal agar mampu berkembang tanpa meninggalkan tradisi. Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani hadir dalam pembukaan Program Idaman dan Dialog dengan pelaku usaha jami di Balai Kota Solo, Senin (26/10/2026).

Astrid menjelaskan jamu merupakan warisan budaya yang memiliki potensi ekonomi sehingga pelestariannya harus dibarengi dengan jaminan keamanan dan mutu produk.

“Jamu adalah warisan pengetahuan dan tradisi yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi. Karena itu, pelestarian jamu harus disertai dengan perhatian terhadap keamanan, khasiat, mutu, termasuk bagaimana kita bisa memilih bahan baku yang berkualitas, pengolahan yang higienis, hingga kebersihan peralatan dan penyajian,” ujar Astrid melalui keterangan tertulis yang diterima Espos.

Astrid mengapresiasi pendampingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bagi pelaku usaha jamu. Menurutnya, edukasi perlu mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan higienis, penyimpanan, hingga batas waktu konsumsi, terutama karena jamu gendong umumnya dibuat segar.

Sementara itu, pelaku usaha jamu kemasan perlu memperhatikan ketentuan mengenai label, izin edar, kemasan, dan tanggal kedaluwarsa. Astrid juga mengingatkan agar pelaku usaha menghindari bahan kimia obat (BKO) yang tidak semestinya serta klaim khasiat berlebihan yang dapat menyesatkan konsumen.

“Kami ingin memastikan jamu gendong di Kota Surakarta juga aman dan layak untuk dikonsumsi. Selain itu, peningkatan kapasitas usahanya juga bisa didampingi langsung oleh BPOM,” ungkapnya.

Astrid mengatakan Kota Solo bersama Kabupaten Sukoharjo menjadi dua daerah di kawasan Solo Raya yang ditunjuk melaksanakan Program Idaman sebagai tindak lanjut peluncuran di tingkat provinsi. Program ini diharapkan memperkuat keamanan produksi dan peredaran jamu, obat tradisional, serta minuman herbal.

Astrid menambahkan, pengembangan jamu juga mendukung visi Surakarta sebagai Solo Wellness City, termasuk peluang pariwisata kebugaran atau wellness tourism. Pemkot Surakarta turut mendorong pemanfaatan ruang terbuka hijau, seperti Taman Balekambang dan kawasan Taman Sriwedari, untuk mengenalkan tanaman obat dan herbal kepada masyarakat.

Pemkot Surakarta siap memperkuat kolaborasi dengan BPOM, perangkat daerah, komunitas, dan pelaku usaha agar jamu tradisional semakin aman, usaha lokal semakin berdaya, serta warisan budaya tersebut terus lestari.

“Kita jaga tradisi jamu yang sangat berpeluang untuk mengembangkan budaya dan juga wisata kebugaran atau wellness tourism. Kami berharap melalui pendampingan ini, usaha jamu lokal semakin berdaya dan jamu tetap lestari sebagai warisan budaya sekaligus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply