Pemkab Wonogiri Perkuat Ekosistem Halal, 10.352 Produk Bersertifikat

Pemkab Wonogiri Perkuat Ekosistem Halal, 10.352 Produk Bersertifikat
Pemkab Wonogiri perkuat ekosistem halal dengan menyelenggarakan sosialisasi dan kolaborasi kelembagaan di Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9/2026). (Istimewa/Pemkab Wonogiri)

Rantaunews.com, WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri terus memperkuat pembentukan ekosistem halal sebagai strategi meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini dinilai strategis mengingat sertifikasi halal kini bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi keunggulan dan karakteristik produk maupun jasa atau Unique Selling Point (USP) yang dapat menentukan kepercayaan konsumen.

Upaya penguatan ekosistem halal di Kabupaten Wonogiri menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2025, sebanyak 10.352 sertifikat halal telah resmi diterbitkan bagi pelaku usaha di wilayah setempat.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan pentingnya jaminan halal di tengah tren gaya hidup global yang berkembang pesat. Menurut dia, konsep halal saat ini tidak hanya dipandang dari aspek pemenuhan kaidah keagamaan, tetapi juga berkaitan erat dengan standar kualitas, keamanan, dan kesehatan produk yang dikonsumsi masyarakat modern.

“Sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, membuka akses ke pasar ritel modern hingga ekspor. Ini menjadi selling point dan keunggulan kompetitif bagi produk lokal,” kata Setyo dalam Sosialisasi Pembentukan Ekosistem Halal di Kabupaten Wonogiri yang digelar di Golden Resto Wonogiri, Rabu (9/9/2026).

Setyo optimistis dengan keterlibatan dan komitmen semua pihak, sektor industri halal di Kabupaten Wonogiri akan terus berkembang. Terlebih, pengembangan ekosistem halal menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan daerah.

Pemkab Wonogiri, lanjut dia, akan secara aktif mengolaborasikan program jaminan produk halal dengan berbagai indikator prioritas daerah, seperti penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata ramah muslim, produktivitas industri kecil dan menengah (IKM), hingga inovasi pangan.

Keberhasilan menerbitkan lebih dari 10.000 sertifikat halal tersebut juga dicapai berkat sinergi lintas sektor. Pemkab Wonogiri telah menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta berkolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis seperti Dinas Perdagangan dan KUKM, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin), hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

“Program yang dijalankan tidak terbatas pada proses sertifikasi saja, tetapi juga menyasar perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha,” tambahnya.

Ekosistem Halal Dorong Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Setyo menjelaskan penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM berbasis halal turut menopang tren positif indikator makroekonomi Wonogiri pada 2025.

Pertumbuhan ekonomi (PE) Kabupaten Wonogiri tercatat mencapai 5,67%. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 2,16%, yang merupakan capaian terendah di kawasan Soloraya. Sementara itu, angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri juga mengalami penurunan menjadi 9,59%.

“Pemkab Wonogiri berharap jumlah produk lokal yang tersertifikasi halal dapat terus bertambah setiap tahun. Ke depan, ekosistem halal diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing ekonomi Wonogiri di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.

Leave a Reply