Pengembangan dari Solo, Angkutan Bajaj Mulai Mengaspal di Sragen

Pengembangan dari Solo, Angkutan Bajaj Mulai Mengaspal di Sragen
Moda transportasi roda tiga bajaj mulai mengaspal di Sragen bersamaan dengan pembukaan diler baru di wilayah Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Kamis (27/8/2026). (Daerah/Tri Rahayu)

Rantaunews.com, SRAGEN — Moda transportasi umum bajaj mulai mengaspal di wilayah Kabupaten Sragen bersamaan dengan launching Diler Bajaj Sragen di Jalan Solo-Sragen, Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis (27/8/2026). Operasional armada bajaj di Sragen merupakan pengembangan dari Solo. 

Diler Bajaj di Sragen dibuka PT Max Auto Indonesia selaku distributor dan penyedia layanan Bajaj Maxride di Indonesia, dan merupakan diler ke-10 di Indonesia. Sedangkan diler Bajaj di Sragen merupakan diler pertama di Pulau Jawa. 

Peluncuran diler baru tersebut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Tugiyono, dan para stakeholders terkait. Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman turut diundang dalam peluncuran tersebut. Setelah diluncurkan secara simbolis, para tamu undangan sempat melakukan test drive menaiki bajaj keliling Kota Sragen. 

Owner PT Bajaj Makmur Sejahtera, Antonius Pamungkas, saat ditemui wartawan seusai peluncuran diler baru, Kamis, sengaja melirik Sragen sebagai daerah penyangga daerah-daerah lainnya. Dia mengatakan bajaj terus dikembangkan di daerah-daerah lain di Soloraya.

Dia melihat banyak potensi pariwisata di Soloraya. Dia berharap kehadiran bajaj bisa dikolaborasikan  dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen. “Bajaj hadir sebagai moda transportasi alternatif yang dapat mendukung kunjungan wisatawan, utamanya objek wisata di Sragen. Peluang bajaj di Sragen cukup bagus,” jelas Antonius. 

Terkait dengan tarif lewat aplikasi Maxride, Antonius menyampaikan tarif berada di tengah-tengah antara layanan ojek online (ojol), baik sepeda motor maupun mobil. Dia menyampaikan tarif bajaj tidak lebih murah dari sepeda motor online dan tidak lebih mahal dari mobil taksi online. “Yang pasti, lebih mahal bila dibandingkan dengan layanan motor online [ride]. Kami juga menjaga teman-teman driver ojol,” jelas dia. 

Kondisi Geografis

Antonius melihat pasar di Sragen relatif karena secara geografis lebih jauh dari Solo. Dia mengatakan posisi Sragen berbeda dengan Karanganyar dan Sukoharjo yang berdekatan jangkauannya dengan Solo. Dia mengungkapkan bajaj di Solo bisa membuka layanan untuk wilayah Karanganyar dan Sukoharjo. 

“Nah, makanya kami coba untuk ke Sragen dulu karena Sragen itu kan bisa pengembangannya ke timur [Jawa Timur] gitu. Jawa Timur belum ada diler,” jelas dia. 

Antonius menyiapkan lima unit bajaj yang bisa disewakan saat ini. Dia mengatakan armadanya akan terus bertambah seiring perkembangannya. Dia mengatakan konsep juragan di Sragen juga belum bisa diterapkan karena baru mulai buka, belum seperti di Solo. 

“Kalau dengan konsep juragan maka ada yang berinvestasi. Ke depan bisa ada driver management yang dikelola,” jelas dia. 

Sementara itu, Asisten II Setda Sragen, Tugiyono, menyambut baik kehadiran bajaj di Sragen. Dia mengingatkan agar perizinan operasional dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Dia berharap kehadiran bajaj bisa mewarnai transportasi umum di Sragen. 

“Bajaj ini cocok untuk ke pasar dan berbelanja kebutuhan lainnya. Kami minta trayeknya perlu ditentukan sebagai antisipasi agar tidak menimbulkan protes di lapangan. Untuk tarif juga tidak akan menyamai ojol karena tarif berada di tengah-tengah, jadi tidak lebih murah dari ojek dan tidak semahal taksi online,” ujar dia. 

Leave a Reply