Rantaunews.com, SUKOHARJO — Ratusan relawan dan masyarakat berjibaku membersihkan sampah bambu di Sungai Ranking, Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (8/11/2026). Aksi bersih-bersih sampah bagian dari kesiapsiagaan untuk dampak risiko bencana banjir saat memasuki musim penghujan.
Aksi bersih-bersih sampah di sungai dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo. Sapto, sapaan akrabnya, turun bersama relawan dan masyarakat membersihkan gunungan sampah di Sungai Ranjing, Desa Gentan, Bendosari.
Para relawan dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah bambu yang menumpuk di pinggir sungai. Tumpukan sampah berpotensi menghambat aliran air sehingga meluap ke permukiman penduduk dan jalan perdesaan.
“Kami tak henti-hentinya mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mengurangi dampak risiko banjir. Keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan dalam mitigasi bencana alam seperti banjir,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo.
Menurut Sapto, kekompakan dan kebersamaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bersama relawan dan masyarakat bagian dari memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir. Sebelum datang musim penghujan, tumpukan dan gunungan sampah yang menghambat laju aliran air harus dibersihkan.
Kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin meski saat ini masih musim kemarau. “Justru masyarakat yang memiliki peran vital dalam mengurangi dampak risiko banjir. Mitigasi banjir dilakukan di lokasi lain yang selama ini menjadi daerah rawan banjir,” lapar dia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan aksi bersih-bersih sampah ini merupakan respons peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi saat memasuki musim penghujan yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Potensi bencana alam itu seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang. Kesiapsiagaan bencana dilakukan dengan mengoptimalkan relawan siaga bencana yang tersebar di desa/kelurahan tanggap bencana.
“Kegiatan bersih-bersih sampah di sungai dilakukan rutin dengan lokasi berpindah-pindah. Pekan kemarin, aksi serupa dilakukan di sungai di wilayah Desa Manang, Kecamatan Grogol dan Desa Blimbing, Kecamatan Gatak,” urai dia.

Leave a Reply