Rantaunews.com, SOLO–Dokter Spesialis Ortopedi RS Jogja International Hospital (JIH) Solo, dr. Farid, Sp.OT, mengatakan masyarakat perlu lebih waspada apabila nyeri lutut berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kepada Espos, Jumat (12/6/2026), Ia mengatakan nyeri lutut yang tak kunjung membaik sering kali dianggap sebagai konsekuensi alami pertambahan usia. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kerusakan sendi yang sudah cukup berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Nyeri lutut tidak boleh dianggap biasa ketika sudah berlangsung lebih dari tiga bulan atau semakin memberat. Terlebih apabila pasien mulai kesulitan berjalan, naik turun tangga, berdiri setelah duduk, atau aktivitas sehari-harinya terganggu karena rasa nyeri,” ujarnya.
Menurut Farid, pada sebagian pasien kerusakan sendi yang semakin berat juga dapat menyebabkan perubahan bentuk lutut menjadi bengkok. Ia menjelaskan salah satu penanganan yang dapat dilakukan pada kasus osteoartritis berat adalah total knee replacement (TKR) atau operasi penggantian sendi lutut.
“Kalau sudah muncul deformitas atau perubahan bentuk lutut menjadi bengkok, biasanya itu menandakan kerusakan sendi sudah cukup lanjut dan perlu evaluasi lebih mendalam. Total Knee Replacement merupakan prosedur operasi untuk mengganti permukaan sendi lutut yang telah rusak akibat osteoartritis atau penyakit lainnya dengan implan buatan,”jelasnya.
Farid menegaskan tujuan operasi bukan sekadar mengganti sendi yang rusak, melainkan mengembalikan fungsi lutut dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan nyeri yang berkurang bahkan hilang, pasien dapat kembali menjalani aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan painless functional knee. Artinya pasien memiliki lutut yang tidak nyeri dan dapat berfungsi dengan baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ketika nyeri berkurang dan fungsi lutut membaik, pasien bisa kembali berjalan lebih nyaman, beraktivitas lebih mandiri, dan kualitas hidupnya meningkat,”katanya.
Farid mengungkapkan perubahan kualitas hidup pasien setelah menjalani operasi penggantian lutut umumnya sangat signifikan.
“Banyak pasien yang sebelumnya harus menggunakan tongkat setiap hari, bergantung pada bantuan keluarga, bahkan menggunakan kursi roda, menjadi jauh lebih mandiri setelah menjalani operasi dan rehabilitasi,” ungkapnya.
Menurut dia, keberhasilan operasi tidak hanya dilihat dari kondisi medis semata, tetapi juga dari kemampuan pasien kembali menjalani kehidupan normal.
“Yang paling membahagiakan adalah ketika pasien bisa kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan karena nyeri. Ada yang kembali bisa berjalan jauh, beribadah dengan nyaman, hingga melakukan kegiatan bersama keluarga tanpa hambatan,” katanya.
Farid mengimbau masyarakat tidak menunggu hingga kondisi lutut semakin parah sebelum berkonsultasi ke dokter.
“Jangan menganggap semua nyeri lutut sebagai faktor usia. Jika keluhan sudah menetap dan mengganggu aktivitas, segera periksakan diri agar penanganan dapat dilakukan lebih dini,”ujarnya.

Leave a Reply