Rantaunews.com, JAKARTA — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan kepada warga negara itu untuk menjaga persatuan dan menolak perpecahan guna menggagalkan upaya musuh untuk menggoyahkan stabilitas Iran.
Seruan tersebut disampaikan Khamenei dalam pesan peringatan 37 wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Ruhollah Khomeini pada Kamis (4/6/2026), menurut laporan Mehr News Agency.
Dia menekankan pentingnya menjaga kohesi antara masyarakat dan pejabat pemerintah.
“Musuh sedang melancarkan perang hibrida terhadap negara kita, melalui perang militer dan psikologis,” katanya tanpa secara eksplisit menyebut Amerika Serikat dan Israel seperti dilansir Antara.
Khamenei menambahkan bahwa musuh telah dikalahkan secara militer dan kini berupaya membalik keadaan dengan menabur perbedaan dan perpecahan di tengah bangsa Iran untuk mencapai tujuan jahatnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan di antara rakyat Iran dan lembaga negara sangat penting untuk menggagalkan rencana musuh.
Pernyataan itu disampaikan Khamenei di tengah permusuhan paling intens antara Iran dan AS sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April.
Pekan ini, Iran meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan instalasi militer AS di kawasan serta Bandara Internasional Kuwait yang menelan satu korban jiwa.
Ketegangan regional meningkat sejak akhir Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Sebagai balasan, Iran menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS serta menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting perdagangan global.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, sementara upaya mencapai kesepakatan yang lebih luas terus berlangsung sejak saat itu.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang sudah hampir tercapai, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian program nuklir Iran, dan penghapusan stok uranium yang telah diperkaya.

Leave a Reply