I Love Emas Buka Cabang di Solo, Terima Perhiasan Rusak hingga Patah

I Love Emas Buka Cabang di Solo, Terima Perhiasan Rusak hingga Patah
Suasana gerai I Love Emas yang baru resmi dibuka di Solo Paragon Lifestyle Mall, Minggu (21/6/2026). (Dhima Wahyu Sejati)

Rantaunews.com, SOLO — Perusahaan pembelian emas dan logam mulia, I Love Emas, membuka cabang ke-25 di Solo Paragon Lifestyle Mall, Minggu (21/6/2026). Kehadiran gerai baru ini menambah jaringan perusahaan yang berfokus pada layanan pembelian emas dari masyarakat.

Deputy Director I Love Emas, Siti Annisa Rahma, mengatakan pembukaan cabang di Solo dilakukan untuk menjangkau masyarakat Kota Solo dan daerah sekitarnya yang ingin menjual emas maupun logam mulia.

“Ini adalah misi kami untuk lebih dekat dengan customer. Kami ingin pelanggan lebih mudah menjangkau kami,” ungkap Annisa saat ditemui usai acara grand opening di Solo Paragon, Minggu.

Menurut dia, Solo menjadi salah satu daerah yang memiliki minat tinggi terhadap investasi maupun kepemilikan emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun logam mulia.

Annisa menjelaskan gerainya melayani pembelian berbagai jenis emas, termasuk perhiasan yang sudah tidak utuh atau mengalami kerusakan fisik.

“Kami fokus membeli emas dengan segala kondisi. Sebagai pelopor pembeli emas berharga tinggi, kami pertahankan kualitas dan profesionalisme,” jelasnya.

Terima Emas dan Logam Mulia Berbagai Kondisi

Ia menyebut perhiasan patah, rusak, anting yang tidak lagi berpasangan, hingga emas yang sudah tidak utuh tetap dapat dijual. Selain emas, perusahaan juga menerima sejumlah jenis logam mulia lainnya.

“Selain emas, kami juga menerima berbagai jenis logam mulia lain. Masyarakat bisa menjual perak, platinum, berlian, rhodium, hingga palladium,” katanya.

Menurut Annisa, harga pembelian mengacu pada harga pasar yang berlaku dengan mempertimbangkan kadar dan berat aktual logam mulia yang dijual masyarakat.

Ia menambahkan proses verifikasi dilakukan menggunakan teknologi pengujian tanpa menggosok atau merusak permukaan emas. Penimbangan dan penetapan harga juga dilakukan secara terbuka di hadapan penjual.

Meski kondisi ekonomi saat ini dinilai belum sepenuhnya pulih, Annisa menilai kebutuhan masyarakat untuk mengonversi aset menjadi dana tunai tetap ada.

“Walaupun ekonomi sedang lesu, bentuk konversi aset itu beragam. Kami berkomitmen menjangkau dan memberi kemudahan bagi customer di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Pembukaan gerai di Solo disebut menjadi bagian dari ekspansi perusahaan di wilayah Jawa Tengah. Ke depan, I Love Emas berencana menambah jaringan layanan di sejumlah daerah lain.

Leave a Reply