Respati Optimistis Tren Bersepeda Bisa Dongkrak Pariwisata Solo

Respati Optimistis Tren Bersepeda Bisa Dongkrak Pariwisata Solo
Wali Kota Solo Respati Ardi bersepeda menuju tempat kerja di Solo, Jumat (18/4/2026). (Istimewa)

Rantaunews.com, SOLO — Wali Kota Solo Respati Ardi optimistis tren bersepeda dapat menjadi daya tarik baru yang mampu mendongkrak pariwisata Kota Solo. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk melakukan peremajaan transportasi publik.

Respati mengatakan kebiasaan bersepeda yang terus berkembang diyakini dapat memperkuat citra Solo sebagai kota pariwisata yang menarik bagi wisatawan.

“Seharian beraktivitas dengan naik sepeda sangat seru. Saya semakin percaya diri dan yakin, jika bersama-sama bersepeda, kami bisa mewujudkan Kota Solo menjadi semakin ramah wisatawan. Karena kebiasaan bersepeda akan menjadi daya tarik wisata tersendiri,” kata Respati melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Sabtu (18/4/2026).

Respati juga mengapresiasi antusiasme masyarakat serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Solo yang telah berpartisipasi dalam gerakan Solo Friday Ride.

Selain sebagai upaya penghematan energi, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kebiasaan baru yang positif di tengah masyarakat.

“Dan saya berterima kasih bagi yang sudah mengikuti beraktivitas dengan bersepeda di hari Jumat atau Solo Friday Ride. Mari kita konsisten dengan terus melakukan. Saya yakin manfaatnya bisa dirasakan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Respati, kebiasaan bersepeda yang dilakukan secara konsisten dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai kota pariwisata sekaligus kota olahraga.

Ia menjelaskan Solo Friday Ride merupakan salah satu langkah Pemkot Solo dalam mengimplementasikan anjuran pemerintah pusat terkait penghematan energi.

Selain bersepeda, Pemkot Solo juga melakukan berbagai langkah penghematan energi lainnya seperti efisiensi penggunaan listrik, pengurangan penggunaan mobil dinas, serta mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

“Setiap hari kami mengurangi alat-alat yang menggunakan listrik. Intinya kita takar dan jika sudah tiga bulan berjalan baru terasa dampaknya. Kalau kemarin yang WFH bisa menghemat energi sampai 10 persen. Tetapi kali ini mengurangi pemakaian alat listrik dan mobil dinas akan lebih banyak menghemat karena setiap hari bisa kami lakukan,” jelasnya.

Respati menambahkan sistem transportasi umum di Kota Solo masih perlu banyak pembenahan.

Karena itu, Pemkot Solo telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk meminta dukungan dalam peremajaan transportasi publik.

“Transportasi umum memang masih perlu banyak dibenahi. Saat ini kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mohon dukungan untuk peremajaan transportasi publik,” katanya.

Leave a Reply